5 Penyebab Keguguran Pada Ibu Hamil Muda

Kode Iklan 336x280
Kode Iklan In Artikel
HPK taruh disini
Selama ini kita tahu jika di kehamilan muda atau kehamilan trimester pertama merupakan usia kehamilan yang cukup riskan. Pasalnya di usia ini janin masih berada dalam proses pembentukan sehingga dikhawatirkan jika ada sejumlah gangguan yang bisa menghambat proses pembentukannya. Hal ini pula yang kadang membuat Ibu hamil merasa cemas saat hamil muda, karena beberapa gangguan bisa menjadi tanda jika kehamilan sedang bermasalah atau hanya merupakan gangguan yang umum terjadi akibat dari proses kehamilan itu sendiri salah satunya adalah pendarahan.
Tidak semua Ibu yang hamil muda yaitu antara 1-3 bulan usia kehamilan mengalami pendarahan, begitu pula tidak semua pendarahan saat hamil muda merupakan sebuah sinyal yang berbahaya pada kehamilan.
Saat terjadi pendarahan pastinya Anda akan mengalami kecemasan yang hebat, jangan-jangan janin Anda gugur? Pendarahan saat hamil muda memang sering kali dikaitkan dengan keguguran, terlebih di usia kehamilan yang baru beberapa bulan dimana masih sangat berisiko mengalami keguguran.Namun para pakar mengatakan jika tidak semua pendarahan menjadi tanda keguguran.
Para pakar mengatakan jika pendarahan ringan seperti munculnya bercak darah berwarna merah atau cokelat sebenarnya merupakan kondisi yang wajar terjadi. Pendarahan seperti itu bisa disebabkan karena sebuah proses saat sel telur yang dibuahi akan menempel pada lapisan rahim. Namun kejadian seperti ini hanya terjadi pada sekitar 5 persen kehamilan.
Selain karena proses menempelnya sel telur pada lapisan rahim, masih ada beberapa penyebab umum pendarahan saat hamil muda yang tentunya wajib Anda ketahui. Apa saja penyebab pendarahan yang umum terjadi? Berikut 5 diantaranya.

1. Proses Pemisahan Plasenta

Saat terjadi pendarahan sangat wajar jika Anda merasa cemas, tapi jangan membuat kecemasan Anda menjadi stres. Menurut para pakar proses pemisahan plasenta dari dinding rahim juga bisa menjadi penyebab terjadinya pendarahan. Umumnya kondisi seperti ini terjadi pada Ibu hamil yang sudah memasuki usia trimester kedua kehamilan. Pelepasan plasenta dari dinding rahim sendiri merupakan proses yang alami sebagai bentuk persiapan untuk melahirkan.
Para pakar juga mengatakan jika pendarahan seperti ini tergolong sangat jarang terjadi. Dari banyaknya kehamilan tingkan pendarahan seperti ini hanya berkisar 1 persen.

2.Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik atau kehamilan diluar kandungan juga menjadi salah satu penyebab umum yang membuat Ibu hamil mengalami pendarahan. Pendarahan terjadi disebabkan oleh janin tumbuh tidak di dalam rahim melainkan tumbuh pada tuba falopi. Kehamilan ektopik umumnya kehamilan yang tidak dapat bertahan lama dan umumnya akan terjadi keguguran di usia 8 minggu kehamilan.
Pertumbuhan janin diluar kandungan akan menyebabkan pendarahan pada ibu hamil, namun kasus seperti ini sangat jarang terjadi.

3.Hamil Anggur

Selain karena kehamilan ektopik, hamil anggur yang menjadi beberapa jenis kehamilan bermasalah yang umum terjadi juga merupakan salah satu penyebab Ibu hamil mengalami pendarahan. Bahkan salah satu tanda hamil anggur adalah pendarahan pada Ibu hamil. Hamil anggur merupakan kehamilan bermasalah yang cukup ditakuti karena tentu saja hamil anggur yang tidak berisi janin akan memupuskan harapan seorang Ibu untuk memiliki anak.

4.Kelahiran Prematur

Kelahiran prematur merupakan persalinan diluar waktu yang diperkirakan. Kelahiran premature juga merupakan penyebab umum pendarahan saat hamil muda. Jika pendarahan terjadi beberapa waktu sebelum proses persalinan maka Ibu hamil harus mendapatkan perawatan medis secepatnya.

5.Plasenta Previa

Plasenta merupakan organ di dalam rahim yang memiliki peran untuk menyuplai segala kebutuhan janin yang ada di dalam kandungan. Dalam kondisi normal plasenta tentu bukan menjadi masalah dalam kehamilan, tapi jika posisinya berada di bawah dan menghalangi jalan lahir kondisi tersebut tentu menjadi masalah yang serius.
Posisi plasenta yang berada di bagian bawah rahim di dunia medis dikenal dengan nama plasenta previa, kondisi seperti ini juga bisa menyebabkan pendarakan saat hamil. Plasenta previa merupakan kejadian yang sangat menyiksa bahkan Ibu hamil bisa merasakan rasa sakit yang sangat hebat.
Pendarahan saat hamil memang mengerikan, nah tentu Anda ingin mencegahnya bukan? Nah, saya punya beberapa tips untuk mencegah pendarahan, antara lain:
  • Hindari aktivitas yang berat
  • Perhatikan posisi tubuh saat berbaring
  • Usahakan posisi kaki lebih tinggi
  • Batasi aktivitas keseharian Anda
  • Segera periksakan diri saat terjadi pendarahan
Pendarahan saat hamil muda memang cukup wajar bahkan pendarahan seperti flek merah juga bisa menjadi tanda kehamilan. Namun bagaimanapun Anda harus tetap mewaspadainya. Jika terjadi pendarahan apalagi sampai jumlahnya melebihi batas yang disertai dengan rasa sakit atau kram pada perut segera mungkin periksakan kondisi kehamilan Anda ke dokter.
Sebaiknya apapun keluhan yang Anda rasakan selama hamil, usahakan untuk berkonsultasi dengan dokter agar Anda bisa mendapatkan penanganan medis lebih tepat untuk mencegah kondisi yang berbahaya pada tubuh dan kehamilan Anda.
Kode Iklan 300x250
close
==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==