Inilah Proses Terjadinya Kehamilan

Kode Iklan 336x280
Kode Iklan In Artikel
HPK taruh disini
  


          Ketika seorang wanita melakukan hubungan seksual dengan laki-laki maka kemungkinan besar wanita tersebut akan mengalami kehamilan. Kehamilan itu sendiri terjadi akibat bertemunya sel sperma yang masuk kedalam rahim seorang wanita.  Sel sperma tadi membuahi sel telur yang telah matang. Sperma bergerak dari rahim menuju ke saluran tuba falopi. Kehamilan seorang wanita sangat dipengaruhi oleh masa subur. Jika seorang wanita sedang mengalami masa subur atau dengan kata lain sel telur telah matang, maka terjadilah pembuahan. Tidak semua bagian sel sperma dapat menembus sel telur, hanya bagian kepala sperma yang menembus sel telur dan bersatu dengan inti sel telur. Bagian ekor sperma yang berfungsi untuk alat gerak akan dilepaskan secara otomatis. Sel telur yang sudah dibuahi akan mengeras bagian luarnya. Ini memungkinkan sel telur hanya bisa dibuahi oleh satu buah sperma. Padahal sebelumnya sel sperma banyak sekali jumlahnya dan yang bertahan serta mampu menembus dinding sel telur hanya satu buah. Pada akhirnya yang satu buah itu berupa kepala sperma.
            Inti sel telur yang telah dibuahi akan mengalami pembelahan menjadi dua bagian setelah 30 jam. 20 jam kemudian inti sel telur ini akan kembali membelah diri menjadi empat bagian. Tiga sampai empat hari setelah pembuahan, sel telur tadi akan sampai di uterus. Dalam jangka waktu seminggu setelah pembuahan terjadi akan dihasilkan suatu massa sel yang berbentuk jarum sebedar pentol jarum atau lebih dikenal jarum pentul. Sel yang berbentuk bola tadi disebut blastosis. Setelah lima hari blastosis tadi akan menempel dan terimplantasi ke dalam endometrium.
            Selama kurang lebih dua sampai empat minggu, blastosis tadi mendapatkan nutrisi dari endometrium. Pada masa perkembangan ini akan terbentuk plasenta yang merupakan organ berbentuk cakram yang mengandung pembuluh darah dari ibu dan embrio. Plasenta ini berguna untuk menyalurkan nutrisi dari seorang ibu kedalam calon buah hati atau janin yang sedang dikandung. Sari sari makanan dengan sendirinya akan disalurkan melalui plasenta tersebut. Melalui plsenta ini juga terjadi pertukaran gas-gas respirasi dan pembuangan dari embrio. Darah dari embrio mengalir ke plasenta melalui arteri tali pusar dan kembali melalui vena pusat.

            Embrio yang sudah terbentuk akan berada di rahim seorang ibu selama kurang lebih sembilan bulan sepuluh hari. Setiap wanita beda-beda waktu mengandungnya. Bisa lebih cepat dan bisa juga lebih lama. Selama proses perkembangan, janin mendapatkan nutrisi dari seorang ibu yang disalurkan melalui plasenta. Plasenta ini sendiri akan diputus ketika bayi sudah keluar dari rahim ibunya. Ia akan menyesuaikan  dengan kehidupan baru dimana nutrisi didapat melalui air susu ibu dan makanan yang di makan.
Kode Iklan 300x250
close
==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==